top of page

Mengampuni itu mustahil!

  • Sep 6, 2025
  • 3 min read

Setiap orang pasti pernah disakiti, dihina, ditinggalkan, dan dikhianati. Manusia akan selalu memiliki sisi yang menyakiti sesamanya, baik disengaja maupun tidak disengaja. Namun, kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu sesuai ekspektasi kita. Mungkin, kamu pernah dikecewakan oleh seseorang yang kamu percayai. Dan mungkin, itu yang membuat kamu jadi pahit. Kemudian, kamu berkata dalam hati "orang itu tidak pantas menerima pengampunan saya, gak mungkin aku mengampuni orang itu!" Tapi, apakah betul bahwa mengampuni itu mustahil? Bacalah lebih lanjut!


Jangan merasa diri sendiri selalu benar.

Manusia akan selalu penuh dengan benci dan keangkuhan bahwa dirinya adalah selalu benar. Pada suatu hari di Bait Allah, ada seorang perempuan yang dibawa oleh orang Farisi kepada Tuhan Yesus karena telah berbuat zinah. Semua orang menyalahkan perempuan itu.

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: ”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” - Yohanes 8:7 (TB)

Jadi, jika tidak mengampuni orang yang menyakiti kamu, apakah kamu sendiri merasa benar? Apakah kamu merasa tidak pernah menyakiti orang lain? Sadarilah bahwa kita sendiri adalah orang yang tidak sempurna dan pasti pernah menyakiti orang lain. Jangan merasa diri sendiri selalu benar.


Kita butuh Tuhan.

Teman-teman, pengampunan itu mustahil. Mustahil hanya jika kita mengandalkan diri sendiri! Tuhan tahu segala perasaan dan sakit yang kamu alami. Dia tahu bagaimana rasanya disakiti, dihina, ditinggalkan, dikhianati, karena Yesus sendiri telah mengalaminya. Jadi, sebenarnya mengampuni itu mustahil jika kita tidak mengandalkan Tuhan. Hanya melalui kasih Tuhan, kita bisa memaafkan orang yang bersalah kepada kita.

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. - Kolose 3:12-13 (TB)

Tidak ada jalan lain untuk mengampuni orang lain selain melihat sebagaimana Tuhan mengampuni kita tanpa syarat. Tuhan tidak bisa memasuki hati kamu dan tiba-tiba memberikan kedamaian atas rasa sakit itu. Kita sendiri yang harus membuka hati kita kepada Tuhan.


Pengampunan itu dilakukan setiap hari.

Kamu mungkin pernah mendengar tentang bagaimana Petrus bertanya kepada Tuhan - sampai berapa kali kita harus mengampuni? Teman-teman, kehidupan ini akan selalu dipenuhi dengan orang-orang yang menyakiti. Sebab itu, mengampuni dilakukan setiap hari, baik kepada orang yang sama maupun orang lain.

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. - Matius 18:21-22

Tujuh puluh kali tujuh kali bukan berarti 490 secara harafiah, melainkan nilai yang tak terbatas dan sempurna. Teman-teman, mengampuni itu bukan berarti melupakan, melainkan mengasihi terlepas dari kesalahannya. Jadi, terkadang kita mungkin akan teringat-ingat mengenai hal yang menyakiti kita. Hal yang penting adalah saat kita dapat mengasihi orang itu meskipun ingatan itu masih tertanam di kepala kita.


Kamu yakin sudah mengampuni dengan sempurna?

Tidak ada yang pernah tahu isi hati manusia selain dirinya sendiri dan Tuhan. Namun, terkadang kita bisa tertipu oleh diri sendiri. Kita merasa bahwa kita sudah mengampuni orang yang menyakiti kita, namun nyatanya kita hanya mengalihkan pikiran, perasaan. Sehingga, ilusi itu menipu kita seolah-olah kita sudah mengampuni dia. Kuncinya itu kita sendiri yang harus tanya ke Tuhan.


Berdoalah. Berdoalah diam-diam di kamar kamu. Ceritakan apa yang ada di hati kamu. Tuhan sendiri yang akan memulihkan hati kamu. Sebenarnya, kita tidak perlu merangkai kata-kata yang indah. Bahkan, terkadang berbagai pergumulan itu sendiri yang membuat kita tidak bisa berkata-kata, selain hanya menangis ke Tuhan. Di saat tidak ada seorangpun yang tahu dan paham rasa sakit itu, Tuhan tahu lho.

Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? - Mazmur 56:8

Izinkan Tuhan untuk menyelidiki hati kamu. Izinkan Tuhan untuk menyadari dan berbicara kepada kamu. Sadarilah bahwa manusia ini terbatas dalam segala hal. Kita butuh Tuhan, termasuk untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. - Yehezkiel 36:26

Saya berdoa supaya Anda selalu dapat menaklukkan segala perkata - bukan dari kekuatan sendiri, melainkan karena kekuatan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah mengizinkan anaknya mengalami percobaan yang lebih dari apa yang bisa ditaklukan. Tuhan memberkati!


"Seorang yang mengasihi Tuhan tidak mungkin akan membenci apa yang dikasihi oleh Tuhan." - Debora Riadi






 
 
 

Comments


© Deeper In Love | Since 2020

bottom of page