top of page

Tempat Perlindungan yang Aman

  • Dec 6, 2020
  • 2 min read


Shalom saudara-saudara yang ku kasihi! Senang untuk berjumpa lagi dengan anda pada renungan hari ini! Bagaimana dengan kabar anda hari ini? Apakah keadaan dunia telah membuat anda merasa tidak aman dan tidak ada tempat pelarian? Mari kita baca renungan ini dan belajar apa tempat perlindungan yang aman itu?


Pada hari-hari ini, Tuhan menaruh di hati saya sebuah kata-kata yang berbunyi: 'Tempat Perlindungan yang aman'. Saya pun langsung tahu bahwa Tempat Perlindungan yang paling aman adalah pribadi Tuhan sendiri.


Ketika kita terjepit dalam sebuah masalah, seringkali pikiran dan hati tidak tenang. Walaupun masalah sesungguhnya tidak terlalu besar, bisikan-bisikan iblis-lah yang membuat kita ragu dan bimbang akan kuasaNya. Saudara-saudari, saya ingin katakan pada anda bahwa harus kita sadari bahwa tangan Tuhan sanggup menopang kita. Firman Tuhan berkata pada Mazmur 46:2 bahwa Allah adalah tempat perlindungan kita.


Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. - Mazmur 46:2 (TB)

Jadi, bagaimanakah kita bisa merasa aman? Apakah rasa aman dapat dirasakan dengan menceritakan semua masalah kita kepada teman, pacar, orang tua, atau pemimpin kita? Terkadang masalah yang kita hadapi bukanlah untuk menceritakan semuanya pada orang lain. Datanglah pada Tuhan terlebih dahulu. Janganlah gegabah, tetapi bukan berarti anda menjadi orang yang pendiam dan tidak terbuka.


Saya ingin memberi sebuah perumpamaan mengenai seorang bapa dan anak kecil. Pada malam yang gelap, hujan petir mendatangi wilayah rumah mereka. Anak kecil itu pun merasa takut. Ia langsung lari ke bapa nya dan bapa itu pun langsung memeluknya dengan tangan yang lebar. Di pelukan bapanya anak kecil itu pun merasa aman dan tentram, sekalipun hujan petir nya belum hilang.


Saudara-saudari, mari kita lihat bagaimana seorang anak kecil yang begitu polos datang pada bapanya. Sekalipun anak kecil itu memiliki teman-teman, hanya bapanya saja yang selalu ada di sampingnya dan membuat dirinya merasa aman. Mari kita belajar untuk kembali menjadi seperti anak kecil kepada Bapa kita.


Oleh karena itu, carilah Tuhan, janganlah solusi sementara yang ada di dunia ini. Tempat pengungsian itu bukanlah sebuah tempat dengan empat dinding dan sebuah atap yang kuat, melainkan hadiratNya. Hanya dalam hadirat Tuhan kita bisa merasa sukacita, damai sejahtera dan aman walaupun dalam lembah kekelaman. Bukalah hatimu dan ketahuilah Ia akan menerima mu apa adanya.


"Di tengah badai, aku tak takut, sebab aku tahu siapa yang bersamaku di kapal tersebut, yaitu Yesusku." - Debora Alim

Comments


© Deeper In Love | Since 2020

bottom of page