True Peace
- Dec 6, 2020
- 3 min read

Shalom saudara-saudari! Bagaimana kabar anda hari ini? Apakah anda baik-baik saja? Apakah pandemi COVID-19 telah membuat anda putus harapan atau terlarut dalam kesedihan? Adakah damai sejahtera di hati anda? Bagi anda yang merasa putus asa dan letih lesu, mari kita membaca renungan singkat ini.
Pandemi COVID-19 telah membawa dampak yang besar, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun agama. Tidak sedikit usaha-usaha mikro yang telah kehilangan pendapatan, dan karyawan-karyawan yang terkena PHK. Bagi keluarga saya sendiri, kami pun juga terkena dampaknya. Namun saya bersyukur bahwa di tengah ketidak-pastian saya menemukan harapan dan kedamaian yang sebenarnya.
Apakah harapan itu? Harapan yang menjadi pegangan saya adalah Yesus Kristus. Firman Tuhan mengatakan pada Matius 11:28 bahwa Tuhan mengajak kita semua untuk datang padanya apa adanya, bahkan dalam keadaan penuh beban dan dosa.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. - Matius 11:28
Saudara-saudari, hari ini jika anda merasa letih lesu dan berbeban berat, mari kita datang padaNya. Mungkin saya tidak tahu apa yang anda alami saat ini, namun Tuhan adalah Allah yang Maha Tahu. Ia tahu apa yang kita alami saat ini. Ia tahu bagaimana isi hati kita. Datang ke hadirat Tuhan itu simple. Jangan memikirkan apa yang orang akan pikirkan tentang anda. Datanglah apa adanya dengan kehausan tanpa keterpaksaan.
Tuhan tidak pernah memandang apa keadaan anda. Jangan pernah berpikir bahwa Tuhan akan mengingat dosa-dosa kita. Bahkan, saat kita belum lahir, Ia sudah tahu dosa yang kita akan lakukan dan sudah mengampuninya. Bagi saya sendiri, ketenangan dapat ku raih dalam hadirat Tuhan saat ku memuji dan menyembah Nya.
Pada beberapa hari lalu, saya sempat merasa sedih, dan gelisah akan suatu hal. Saya pun coba menghibur saya dengan sosial media dan mencari lelucon-lelucon yang lucu. Saya harus akui bahwa hal-hal tersebut memang menghibur saya. Namun penghiburan tersebut hanya sementara dan akhirnya hilang. Saya pun memutuskan untuk mengikuti sebuah ibadah online di Youtube. Di saat lagu pertama dinyanyikan, saya pun langsung tidak tahan dengan keindahan hadiratNya. Saya sangat terharu dan saya pun menangis. Saya menangis bukan karena sedih, namun saya merasa sangat damai. Tuhan bicara pada saya, "It's okay..." Dengan suara yang begitu lembut, saya merasa seperti dielus-elus oleh Bapa. Selama penyembahan di ibadah tersebut saya merasa seperti dalam dimensi yang berbeda, dimana saya tahu bahwa saya tidak ingin keluar dari hadirat Tuhan, dan selalu menikmati betapa indah dalam pelukanNya. Sungguh indah dan tidak dapat diutarakan dengan kata-kata yang tepat...
Saudara-saudari, apapun masalah anda, janganlah cari penghiburan duniawi, seperti rokok, narkoba, tontonan dewasa, komik dewasa, dan hal-hal lain yang tidak pantas. Carilah damai sejahtera yang sesungguhnya (true peace) di dalam Tuhan. Firman Tuhan berkata pada Filipi 4:7-8 bahwa damai sejahtera yang sesungguhnya hanya datang dari Allah.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. - Filipi 4:7-8 (TB)
Firman Tuhan mengajarkan untuk memiliki hati yang penuh damai sejahtera, kita pun harus memikirkan hal-hal yang mulia, adil, suci, manis, dan yabg sedap didengar. Mengapa kita harus menjaga pikiran dan hati kita? Jika kita terus-menerus melihat berita-berita dan hoaks yang memusingkan, secara tidak langsung, pikiran kita akan terpenuhi dengan hal-hal yang negatif. Menjaga pikiran kita bukan berarti kita boleh bertindak seenaknya. Jadilah beriman, namun bijak (Be Faithful But Wise).
Oleh karena itu, tenanglah dalam hadiratNya. Carilah damai sehahtera yang datang dari Allah. Percaya bahwa Ia sanggup melakukan perkara besar dalam hidupmu.




Comments